facebook rss daftar isi halaman depan

Laman

Rabu, 22 Juni 2011

Pluralisme Agama Dalam Pandangan Islam

Meninggalnya Gus Dur menjadi moment penting bagi para penyokong ajaran pluralisme untuk kembali menggiatkan kampanyenya mengusung gagasannya. Salah satu agenda penting yang akan digoalkan saat ini adalah menjadikan Gus Dur sebagai pahlawan Nasional, karena jasa-jasanya dalam membangun persatuan bangsa. Sebagian lagi menganggapnya sebagai “Bapak Pluralisme”, tak main-main yang mengatakan demikian adalah presiden SBY. Padahal, di sisi lain, MUI telah berfatwa tentang haramnya pemahaman pluralisme ini.

Realitas di atas menunjukkan bahwa pemikiran pluralisme semakin diterima secara luas di masyarakat. Padahal sekali lagi, pemikiran itu tidak sejalan dengan ajaran islam. Terlepas dari siapa yang mengusungnya, ide pluralisme ini memang layak mendapat sorotan. Karena jika tidak disikapi dengan serius, maka ia bisa menjadi virus-virus pemikiran yang akan menggerogoti kemurnian pemikiran Islam. Apalagi jika ide tersebut diemban oleh orang-orang yang memiliki pengaruh di negeri ini.

Arti Pluralisme

Secara sederhana pluralisme dapat diartikan sebagai paham yang mentoleransi adanya keragaman pemikiran, peradaban, agama, dan budaya. Bukan hanya menoleransi adanya keragaman pemahaman tersebut, tetapi bahkan mengakui kebenaran masing-masing pemahaman, setidaknya menurut logika para pengikutnya.

Latar belakang munculnya gerakan Pluralisme
Paham ini muncul akibat reaksi dari tumbuhnya klaim kebenaran oleh masing-masing kelompok terhadap pemikirannya sendiri. Persoalan klaim kebenaran inilah yang dianggap sebagai pemicu lahirnya radikalisasi agama, perang dan penindasan atas nama agama. Konflik horisantal antar pemeluk agama hanya akan selesai jika masing-masing agama tidak menganggap bahwa ajaran agama meraka yang paling benar. Itulah tujuan akhir dari gerakan pluralisme ; untuk menghilangkan keyakinan akan klaim kebenaran agama dan paham yang dianut, sedangkan yang lain salah.

Argumen Pluralisme

Dalam mengajarkan gagasan ini mereka sering mengumpamakan agama dengan tiga orang buta yang menjelaskan tentang bentuk gajah. Ketiga orang buta itu diminta untuk memegang gajah, ada yang memegang telinganya, ada yang memegang kakinya, dan ada yang memegang belalainya. Setelah mereka semua memegang gajah, lalu mereka bercerita satu sama lain; yang memegang belalai mengatakan bahwa gajah itu seperti pipa, yang memegang telinganya berkata bahwa gajah seperti kipas yang lebar dan kaku. Yang memegang kaki mengatakan bahwa gajah seperti pohon besar yang kokoh.

Dengan berpijak pada cerita tersebut lalu mereka mengatakan bahwa semua agama pada dasarnya menyembah Tuhan yang sama, meskipun cara penyembahannya berbeda-beda.

Bagi para penggiat pluralisme dari kalangan kaum muslimin mereka pun menyitir ayat-ayat yang mengandung gagasan pluralisme. Di antara ayat yang sering mereka sitir adalah;

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); (al-Baqarah:256)

“Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (al-Baqarah:62).

Bantahan atas Argumen Pluralisme

Dengan kemampuan mereka memahami bahasa Arab yang cukup baik, mereka suka memelintir makna ayat sehingga kaum intelektual-awam agama percaya kepada mereka. Mari kita perhatikan ayat 256 surat al-Baqarah; Mereka menganggap tidak ada paksaan dalam beragama berarti pengakuan agama lain. Pemahaman demikian bukanlah pemahaman yang benar. Untuk lebih memahami makna tidak ada paksaan ini satu ayat penuh harus difahami secara utuh. Lanjutan ayat tersebut adalah, “sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Jika ayat ini dibaca dengan tuntas maka akan jelas, tidak ada paksaan karena telah jelas yang benar dan yang salah, islam itulah yang benar dan yang lainnya adalah salah. Masing-masing bebas memilih dengan resiko sendiri-sendiri. Adapun kaum pluralis dalam memaksakan pemahamannya tak jarang memotong ayat tidak pada tempatnya sehingga seolah-olah benar padahal tidak benar.

Jika kita lihat ayat 62 surat al-Baqarah, sekilas memang ayat ini menjelaskan bahwa orang Yahudi jika tetap beriman dan beramal shaleh akan masuk sorga. Orang Nasrani, orang Shabi’in, selama tetap beriman dan beramal shaleh ia akan masuk sorga.

Dalam memahami suatu ayat, para ulama’ telah menganjurkan agar menggunakan riwayat turunnya ayat, yang disebut dengan asbab nuzul. Adapun asbab nuzulnya sayat ini adalah; Salman al-Farisi; tatkala ia menceritakan kepada Nabi saw kebaikan-kebaikan guru-gurunya dari golongan Nasrani dan Yahudi. Tatkala Salman selesai memuji para shahabatnya, Nabi saw bersabda, “Ya Salman, mereka termasuk ke dalam penduduk neraka.” Selanjutnya, Allah swt menurunkan ayat ini. Lalu hal ini menjadi keimanan orang-orang Yahudi; yaitu, siapa saja yang berpegang teguh terhadap Taurat, serta perilaku Musa as hingga datangnya Isa as (maka ia selamat). Ketika Isa as telah diangkat menjadi Nabi, maka siapa saja yang tetap berpegang teguh kepada Taurat dan mengambil perilaku Musa as, namun tidak memeluk agama Isa as, dan tidak mau mengikuti Isa as, maka ia akan binasa. Demikian pula orang Nashraniy. Siapa saja yang berpegang teguh kepada Injil dan syariatnya Isa as hingga datangnya Mohammad saw, maka ia adalah orang Mukmin yang amal perbuatannya diterima oleh Allah swt. Namun, setelah Mohammad saw datang, siapa saja yang tidak mengikuti Nabi Mohammad saw, dan tetap beribadah seperti perilakunya Isa as dan Injil, maka ia akan mengalami kebinasaan.”

Ibnu Katsir menyatakan, “Setelah ayat ini diturunkan, selanjutnya Allah swt menurunkan surat, “Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akherat termasuk orang-orang yang merugi.”[Ali Imron:85]. Ibnu ‘Abbas menyatakan, “Ayat ini menjelaskan bahwa tidak ada satupun jalan, agama, kepercayaan, dll, ataupun perbuatan yang diterima di sisi Allah, kecuali jika jalan dan perbuatan itu berjalan sesuai dengan syari’atnya Mohammad saw. Adapun, umat terdahulu sebelum nabi Mohammad diutus, maka selama mereka mengikuti ajaran nabi-nabi pada zamanya dengan konsisten, maka mereka mendapatkan petunjuk dan memperoleh jalan keselamatan.”

Ya, kaum pluralis itu mengambil satu ayat dengan mengabaikan ayat-ayat yang lain. Meraka abaikan ayat ;

“Sesungguhnya agama yang diridloi di sisi Allah hanyalah Islam.” (Ali Imron:19).
“Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akherat termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali Imron:85).

Mereka abaikan pula ayat; “Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?” (al-Taubah:30)

“Sungguh telah kafir, mereka yang mengatakan, “Tuhan itu ialah Isa al-Masih putera Maryam.”(al-Maidah:72)

Seandainya ide pluralisme agama ini memang diakui di dalam Islam, berarti, tidak ada satupun orang yang dikatakan kafir. Tetapi al-qur’an dengan sangat tegas menyebut orang ahlikitab yang tidak menerima Islam dengan sebutan kafir. Firman Allah

Sesungguhnya orang-orang kafir dari golongan ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruknya mahluk (al-Bayyinah:6)

Demikianlah, Islam sama sekali tidak mengakui kebenaran ide pluralisme. Islam hanya mengakui adanya pluralitas agama dan keyakinan. Maknanya Islam hanya mengakui adanya agama dan keyakinan di luar agama islam, serta mengakui adanya identitas agama-agama selain Islam. Islam tidak memaksa pemeluk agama lain untuk masuk Islam. Mereka dibiarkan memeluk keyakinan dan agama mereka. Hanya saja, pengakuan Islam terhadap pluralitas agama tidak boleh dipahami bahwa Islam juga mengakui adanya kebenaran pada agama selain Islam. Islam tetap mengajarkan bahwa agama di luar Islam adalah kesesatan, meskipun diijinkan hidup berdampingan dengan Islam.

Akhirnya, pluralisme adalah paham sesat yang bertentangan dengan aqidah Islam. Islam mengajarkan keyakinan bahwa islam sajalah agama yang benar, yang diridlai Allah. Orang yang masih mencari agama selain Islam, ia akan rugi, karena amalnya tidak diterima oleh Allah. Siapapun yang mengakui kebenaran agama selain Islam, atau menyakini bahwa orang Yahudi dan Nashrani masuk ke surga, maka dia telah mengingkari ayat-ayat al-Qur’an yang tegas dan jelas. Pengingkaran tersebut berakibat pada batalnya keislaman seseorang, na’udzubillah min dzalik.

http://www.muslimdaily.net/artikel/ringan/4958/pluralisme-agama-dalam-pandangan-islam
baca - Pluralisme Agama Dalam Pandangan Islam

Rabu, 08 Juni 2011

Mama Aku Ingin Pulang


Mama...oh, mama...
Aku ingin pulang...
Ku rindu kepadamu..
Dulu tak mendengar nasehatmu
Mama...maafkan anakmu...

Mama...oh, mama...
Aku ingin pulang...
Kurindu kepadamu
Dia yang kucinta
Kini berdusta
kini tinggallah diriku

Hidup ini tiada arti
Bagaikan burung dalam sangkarnya
Kuingin bebas... dari derita
Mama tolonglah diriku...
Dari belenggu cintanya...

reff:
Cincin emas melingkar
Dia berikan dulu
Untuk apa, kalau ia tak Comta
Gaun bersulam sutra
Dia berikan dulu
Untuk apa, kalau ia tak rindu
baca - Mama Aku Ingin Pulang

Bintang Kehidupan



Jenuh aku mendengar
Manisnya kata cinta
Lebih baik sendiri

Bukannya sekali
Seringku mencoba
Namun kugagal lagi

Mungkin nasib ini
Suratan tanganku
Harus tabah menjalani

Jauh sudah melangkah
Menyusuri hidupku
Yang penuh tanda tanya

Kadang hati bimbang
Menentukan sikapku
Tiada tempat mengadu

Hanya iman di dada
Yang membuatku mampu
Slalu tabah menjalani

Malam malam aku sendiri
Tanpa cintamu lagi oh..oh ho..ho
Hanya satu keyakinanku
Bintang kan bersinar
Menerpa hidupku
Bahagia kan datang ..oh oh
baca - Bintang Kehidupan

c++ penjualan

#include
#include
#include
#include
#include

struct aby{
char * diskonstr;
float diskon;
float hb;
float hj;
};


pur(float h)
{
float disk;
if(h < 1000000)
disk= (h * 10) / 100;
else if(h >= 1000000 && h <= 5000000)
disk = (h * 20) / 100;
else if(h > 5000000)
disk = (h * 25) / 100;

return disk;
}
main(){
float diskon[100],hb[100],hj[100];
int r = 0, index = 0, i = 0;//LOOPING
char b[20][100]; char tmp[10],ds[100][4];
float h[100];

while(r != 3){//loop
clrscr();

cout<<"---------------------------------------------------------------------\n";
cout<<" PROGRAM DATA BARANG\n";
cout<<"---------------------------------------------------------------------\n";
cout<<" PURYADI 10201506 \n";
cout<<"---------------------------------------------------------------------\n\n";
cout<<" MENU:\n";
cout<<"------------------\n\n";
cout<<" 1. Input Data\n 2. Cetak Laporan\n 3. Exit\n\nMasukkan Pilihan[1/2/3]: ";gets(tmp);r = atoi(tmp);

switch(r){
case 1://INPUT DATA
char lagi;
while (lagi!='t')
{ clrscr();

cout<<" -----------(Input Data)----------\n";
//cout<<"-----------------------------------\n";
cout<<" Nama Barang: "; gets(b[i]);
cout<<" Harga : "; gets(tmp);
h[i] = atof(tmp);
diskon[i]=pur(h[i]);
hj[i]=h[i]-diskon[i];
//ds[i]=x(h[i]);
cout< i++;

cout<<"Apakah akan mengisi lagi?(y/t): "; lagi=getch();
}
break;
case 2:

int k = 4;
while(k != 0 && k != 3)
{
clrscr();

// cout<<"-----------(Cetak Barang)----------\n";

//cout<<"-----------------------------------\n";


printf("-----------------------------------------------------------\n");
printf("|Nama barang |Harga beli |Diskon |Harga jual\n");
printf("-----------------------------------------------------------\n");

for(index = 0; index < i; index++)

{

gotoxy(4,4+index),printf("%s", b[index]);
gotoxy(18,4+index),printf("%0.2f",h[index]);
gotoxy(32,4+index),printf("%0.2f",diskon[index]);

if (diskon[index]<1000000)
gotoxy(42,4+index),printf("(10%)");
else if (diskon[index]>=1000000 ||diskon[index]<= 5000000 )
gotoxy(42,4+index),printf("(20%)");
else if(diskon[index]>5000000 )
gotoxy(42,4+index),printf("(25%)") ;
gotoxy(50,4+index),printf("%0.2f",hj[index]);



}
printf("\n-----------------------------------------------------------\n");


cout<<"\n\nKembali[0], Exit[3]: "; cin>>k;
if(k == 0)
r = 0;
else if(k == 3)
r = 3;
}
break;
}
}
}


baca - c++ penjualan

Rabu, 01 Juni 2011

Kondisi pada q-basic

Saya ingin membagi informasi kepada teman- teman mengenai kondisi dalam Q.Basic, waktu itu saya diberi tugas untuk mencari mengenai kondisi apa saja yang ada di Q.Basic.
Berikut ini macam- macam kondisi pada Q.Bacic:
DO...LOOP
Perintah perulangan (loop),yaitu untuk melaksanakan blok perintah secara terus- menerus hingga nilai yang diinginkan.
FOR..NEXT
Perintah perulangan (loop), mengerjakan perintah blok secara terus - menerus hingga nilai akhir yang ditentukan dipenuhi.
GO...TO
Perintah untuk melakukan percabangan (branch) jika ada GO..TO maka harus ada label 1 sebagai tempat percabangan. Label dapat berupa angka/ huruf.
IF..THEN...ELSE
Untuk mengeksekusi sebuah perintah /blok perintah, tergantung kondisi yang diberikan.
OR
Dilaksanakan apabila salah satu data dipenuhi.
AND
Dilksanakan apabila kedua data telah dipenuhi
END
Untuk mengakhiri program.
GOSUB...RETURN
Untuk bercabang (branch) pada sebuah subrountine dan kembali setelah memenuhi perintah RETRUN.GOSUB harus berpasangan dengan RETURN. Jika RETURN tidak ditemukan, maka blok perintah pada subrountine tidak dapat diambil.
ON...GOSUB
Membuat beberapa percabangan secara berurut. Dalam Q.Basic, SELECT CASE merupakan jalan terbaik untuk membuat percabangan ganda.
ON...GOTO
Membuat percabangan ganda, tetapi tidak dapat kembali ke asal setelah subroutine ditemukan. Dan pembacaan terus dilaksanakan hingga akhir program. Agar pembacaan terus dilaksanakan hingga akhir program.Agar pembacaan dihentikan sesuai dengan batas subroutine yang kita inginkan, maka subroutine harus kita bantu/ batasi dengan perintah END/GOTO (melompat lagi ke subroutine lain).
SELECT CASE
Untuk membuat sejumlah daftar pilihan.
EXIT
Untuk keluar darisuatu proses. Hanya berlaku untuk DO, FOR, Functino/SUB/DEF FN.
STOP
Untuk menghentikan sementara proses, untuk melanjutkan kembali tekan tombol F5.
baca - Kondisi pada q-basic