facebook rss daftar isi halaman depan

Laman

Sabtu, 07 Januari 2012

kota terpadu di indonesia

by : gendon

kota terpadu indonesia

I.Kota Terpadu Mandiri (KTM) Generasi I      1.     KTM Mesuji Kab. Tulang Bawang Prov. Lampung
      2.     KTM Telang Kab. Banyuasin Prov. Sumatera Selatan
      3.     KTM Rambutan Parir Kab. Ogan Ilir Prov. Sumatera    Selatan
      4.     KTM Belitang Kab. OKU Timur Prov. Sumatera Selatan
           
II.Kota Terpadu Mandiri (KTM) Generasi II    1.     KTM Geregai Kab. Tanjung Jabung Prov. Jambi
    2.     KTM Lunan Silaut Kab. Pesisir Selatan Prov. Sumatera Barat
    3.     KTM Tobadak Kab. Mamuju Prov. Sulawesi Barat
    4.     KTM Rasau Jaya Kab. Kubu Raya Prov. Kalimantan Barat
         
III.Kota Terpadu Mandiri (KTM) Generasi III    1.     KTM Labangka Kab. Sumbawa Prov. Nusa Tenggara Barat
    2.     KTM Hialu Kab. Konawe Utara Prov. Sulawesi Tenggara
         
IV.Rancangan Program Kota Terpadu Mandiri Tahun 2009    1.     KTM Mahalona, Kab. Luwu Timur, Prov. Sulawesi Selatan
    2.     KTM Air Terang Kab. Buol Prov. Sulawesi Tengah
    3.     KTM Maloy-Kaliorang Kab. Kutai Timur Prov. Kalimantan Timur
    4.     KTM Lagita Kab. Bengkulu Utara Prov. Bengkulu
    5.     KTM Pau Mandiangin Kab. Sarolangun Prov. Jambi
    6.     KTM Subah Kab. Sambas Prov Kalimantan Barat
    7.     KTM Cahaya Baru Kab. Batola Prov. Kalimantan Selatan
    8.     KTM Sarudu Baras Kab. Mamuju Utara Prov. Sulawesi Barat
    9.     KTM Pawonsari Kab. Boalemo Prov. Gorontalo
    10.     KTM Dataran Bulan Kab. Tojo Una Una Prov. Sulawesi Tengah
    11.     KTM Bungku Kab. Morowali Prov. Sulawesi Tengah
    12.     KTM Salor Kab. Merauke Prov. Papua
baca - kota terpadu di indonesia

profil KTM mesuji

by : gendon

I.Gambaran Umum     
  • a.Kabupaten Tulang Bawang.
     
Kabupaten Tulang Bawang termasuk ke dalam wilayah Provinsi Lampung terdiri atas 24 kecamatan, 240 kampung/kelurahan, terhitung sejak keluarnya Perda No. 07 Tahun 2005 (BPS, 2006).  Kabupaten Tulang Bawang memiliki luas wilayah 7.770,84 Km2 atau 22 % dari luas keseluruhan Provinsi Lampung. Kabupaten Tulang Bawang terletak pada jalur jalan nasional yaitu jalan Lintas Timur Sumatera yang menghubungkan Kota Bandar Lampung dengan kota-kota utama di Pulau Sumatera. 

 Gambar Peta 1. Peta Kabupaten Tulang Bawang

  •  b.Kawasan KTM Mesuji
    
Kawasan KTM meliputi 4  kecamatan, yaitu Kecamatan Mesuji dengan Ibukota Wiralaga, Kecamatan Mesuji Timur dengan Ibukota Tanjung Mas Makmur, Kecamatan Tanjung Raya dengan Ibukota Brabasan, dan Kecamatan Simpang Pematang dengan Ibukota Simpang Pematang. Luas kawasan ini adalah 108.097,98 Ha dan posisi geografis pada  posisi 03o45’ – 04o5’ Lintang Selatan dan 105o07’ - 105o38’ Bujur Timur. Lokasi transmigrasi yang termasuk KTM adalah Kawasan Transmigrasi  Mesuji Atas yang terdiri dari Satuan Pemukiman (SP) 1 s/d  13, dan  Kawasan Mesuji F terdiri dari Satuan Pemukiman (SP) 1 s/d  3, serta  Kawasan Mesuji A, B, C, D dan F
 Gambar Peta 2. Peta Lokasi Areal Studi Kawasan KTM Mesuji


Gambar Peta 3. Master Plan Kawasan KTM Mesuji
 
 II.Asesibilitas.    

Pencapaian kawasan dapat ditempuh melalui jalan darat dengan  jarak dari Ibu Kota Kabupaten ke kawasan KTM  adalah 102 Km. Kondisi jalan cukup baik.

III.Sumber Daya Fisik .    
  • a.Topograpi
    
Ketinggian kawasan ini berkisar dari 0 sampai 90 m di atas permukaan laut. Kawasan ini sebelah barat memiliki topografi berombak sampai berbukit, dengan kemiringan berkisar antara 3 sampai 30 %  seluas 2.15 %. Sebelah  timur di sepanjang aliran sungai Mesuji, topografinya relatif datar dengan kemiringan berkisar antara 0 – 3 % seluas 97.85 %.

  • b.Geologis
    

Kawasan ini tersusun dari formasi geologi Aluvium (Qa), Pasir Kuarsa (Qak), Endapan Rawa (Qs), Formasi Kasai (Qtk), dan Formasi Muaraenim (Tmpm). Formasi geologi yang paling luas adalah Formasi Muaraenim (Tmpm) Areal dimana lokasi transmigrasi berada terutama tersusun atas formasi geologi Aluvium dan Endapan Rawa.

  • c.Sistem Lahan
     Kawasan ini tersusun atas 7 sistem lahan yaitu Gambut, Kahayan, Kajapah, Klaru, Muara Beliti, Mendawai, dan Putting. Sistem lahan yang memiliki luasan terbesar adalah sistem lahan Muara Beliti yaitu seluas 254.781.68 hektar atau 55,83 % dari seluruh kawasan.

d.Jenis Tanah

Jenis tanah digolongkan dalam tiga kelompok besar yaitu kelompok  tanah lahan kering, kelompok tanah lahan basah yang memiliki ciri hidromorfik dan kelompok tanah gambut. Kelompok tanah lahan kering berada di bagian barat dan kelompok tanah lahan basah berada di bagian timur.

  • e.Kesesuaian Tanah
    
Hasil analisis kesesuaian lahan dikawasan ini menghasilkan zonasi wilayah pengembangan yang berkisar dari sangat sesuai (S1) sampai tidak sesuai (N). Untuk pengembangan tanaman budidaya yang dinilai cukup sesuai adalah  kelapa sawit, karet, padi, jagung dan singkong.

  • f.Penggunaan Tanah
    

Penggunaan lahan meliputi perkebunan kelapa sawit, karet, perkebunan rakyat, sawah dan tegalan, lahan terbuka serta rawa. Perkebunan kelapa sawit pada umumnya milik swasta dalam skala besar, diantaranya milik PT. Barat Selatan Makmur Investindo (PT.BSMI / PT. LIP), PT. Bumi Waras (PT. BW), dan PT. LA serta PT. Budi Dwiyasa.
Luasan kawasan yang dialokasikan pada  wilayah perencanaan adalah seluas 109,302.23 Ha meliputi kawasan lindung (8,373.19 Ha), Lahan Terbuka (1,046.42 Ha), Pemukiman (4,023.53 Ha), Pengembangan Akasia (411.50 Ha), Pengembangan Perkebunan Besar (Kelapa Sawit) (24,806.47 Ha), Pengembangan Tanaman Jagung (8,354.29 Ha), Pengembangan Tanaman Pangan Padi (10,154.11 Ha), Pengembangan Tanaman Pangan palawija (2,584.16 Ha) dan  Pengembangan Tanaman Perkebunan Rakyat (Kelapa Sawit atau Karet) (49,548.57 Ha).  Sedangkan alokasi untuk  KTM seluas 47,285.75 meliputi Kawasan Lindung (4,102.06 Ha), Pemukiman (1,790.35 Ha), Pengembangan Perkebunan Besar (Kelapa Sawit) (8,921.54 Ha), Pengembangan Tanaman Pangan Jagung (8,347.71 Ha), Pengembangan Tanaman Pangan Padi (10,100.94 Ha), Pengembangan Tanaman Pangan palawija (2,484.06 Ha), dan Pengembangan Tanaman Perkebunan Rakyat (Kelapa Sawit atau Karet) (11,539.09 Ha).


IV.Sosial Agama dan Ekonomi..    
  • a.Kependudukan
      Penduduk di kawasan ini berjumlah 111.203 jiwa atau 29.552 KK. Jumlah penduduk terbanyak adalah Kecamatan Simpang Pematang, yaitu sebanyak 35.719 jiwa (atau 32,12 % dari total jumlah penduduk), diikuti oleh Kecamatan Tanjung Raya, sebanyak 31.653 jiwa (atau 28,46 % dari total jumlah penduduk), Kecamatan Mesuji Timur sebanyak 30,097 jiwa (atau 27,06 % dari total jumlah penduduk), dan Kecamatan Mesuji sebanyak 13.734 jiwa (atau 12,35 % dari total jumlah penduduk). Dari jumlah tersebut, jumlah usia produktif  mencapai 78.675 jiwa.

  • b.Pendidikan
    
Tingkat pendidikan SD – SLTP mencapai > 75 % dari jumlah penduduk. Tingkat pertisipasi pendidikan SD mencapai 100 %, untuk SLTP mencapai 90 %, sedangkan SLTA hanya 65 %. Pergerakan kedalam (in migration) terjadi pada aktivitas perdagangan, sedangkan pergerakan keluar (out migration) terjadi pada pencarian lapangan pekerjaan.

  • c.Mata Pencaharian
    
Mata pencaharian pokok yang dominan adalah bekerja pada sektor perkebunan yaitu sebesar 81,54 % dari total penduduk, diikuti oleh sektor pertanian (8,32 %), sektor jasa (4.9 %).

  • d.Produksi Pertanian
          
Sektor Tanaman Pangan.Luas tanam padi dan palawija 17.787 ha, ubi kayu  12.949 ha, padi ladang 1.007 ha, jagung 4.225 ha, kedelai 176 ha, kacang tanah 151 ha, kacang hijau 61 ha dan ubi jalar seluas 51 ha. Data produksi padi dan palawija tercatat yakni padi sawah sebesar 74.981 ton, padi ladang  2.686 ton, jagung 18.853 ton, kedelai 188 ton, kacang tanah 158 ton, kacang hijau 57 ton, ubi kayu 252.966 ton, dan ubi jalar sebesar 358 ton.  Dari data-data tersebut bahwa Kecamatan Mesuji Timur dijadikan sentra penghasil padi dan jagung.

Sektor Tanaman HortikulturaJenis tanaman hortikultura yang dimaksud adalah jenis buah-buahan, sayuran dan biofarmaka antara lain adalah jeruk, nenas, pisang, salak, rambutan, cabe merah, kacang panjang, terong, ketimun, jahe, kencur, laos, temulawak, dan lempuyang. Dari komoditas tersebut, jenis paling banyak ditanam adalah jeruk sebanyak 49.520 pohon, sedangkan jenis sayuran yang paling banyak ditanam adalah cabe merah, yaitu seluas 96 hektar. Jenis biofarmaka adalah kencur, yaitu seluas 11.541 m2. Komoditas jeruk cukup berpotensi untuk ditanam dan telah dibangun perkebunan jeruk oleh investor swasta. Hasil jeruk yang diperoleh cukup baik, bahkan jeruk ini dikenal memiliki citarasa yang khas.

  • e.Pemasaran
      Ketersediaan pemasaran dikawasan ini terdiri dari 2 pasar yang cukup besar, yaitu di desa Gedung Ram dan di desa Tanjung Mas Makmur. Pasar di Gedung Ram dikunjungi ramai pada hari Selasa, Jum’at dan Minggu. Pasar ini menjadi tempat berbelanja, baik bagi penduduk setempat maupun penduduk dari desa-desa sekitar.
 
V.Sarana dan Prasarana Pemukiman .    
  • a.Lembaga Ekonomi.
    

Lembaga ekonomi untuk mendukung perekonomian di kawasan ini terdapat beberapa lembaga ekonomi seperti daftar pada tabel berikut :
 
 

  •  b.Sarana Kesehatan.
      Ketersediaan fasilitas kesehatan di kawasan ini terdiri dari Puskesmas Pembantu (Pustu)  berjumlah 14 unit, Puskesmas Induk berjumlah 5 unit dan Puskesmas Perawatan berjumlah 1 unit.

  • c.Sarana Pendidikan.
      Di wilayah lokasi KTM, sarana pendidikan masih relatif sedikit dan relatif belum merata. Fasilitas pendidikan  yang ada terdiri dari TK (7 buah), SD (18 buah), SLTP (10 buah), SLTA ( 3 buah), Pondok Pesantren/PP (15 buah), 13 buah fasilitas pendidikan lain-lain. Dari beberapa fasilitas pendidikan tersebut, hanya fasilitas SD yang terdapat di setiap desa, sedangkan SLTA hanya terdapat di Desa Tanjung Mas Makmur, Dwi Karya Mustika, dan Wonosari.

  • d.Prasarana Jalan.
      Prasarana jalan antar desa/kecamatan pada saat ini sebagian besar berada dalam kondisi rusak. Aspal yang lama sebagian besar sudah mengelupas/lepas, dan sebagian jalan masih berupa jalan tanah.

  • e.Prasarana Peribadatan.
      Prasarana peribadatan yang terdapat dikawasan ini adalah Masjid 100 buah, Surau 332 buah, Gereja 11 buah, Wihara 1 buah, Pura 3 buah.

  • f.Sumber Air Minum.
      Sejauh ini air minum yang digunakan oleh penduduk adalah air sumur buatan masing-masing penduduk. Air sumur tersebut umumnya memiliki kualitas air masih rendah. Sebagian penduduk mengggunakan air hujan. Sumber air tanah dengan kualitas yang cukup baik yang kemungkinan dapat dimanfaatkan telah diidentifikasi ada di Desa Margojadi.
  • g.Sumberdaya Kelistrikan.
      Kebutuhan listrik dilayani oleh PLN pada masing-masing kecamatan. Jumlah pelanggan listrik adalah 883 pelanggan, yang terdiri dari 386 pelanggan di Kecamatan Mesuji dan 497 pelanggan di Kecamatan  Simpang Pematang. Sementara itu  masyarakat masih ada menggunakan minyak tanah sebagai sumber penerangan, dan sebagian sudah ada yang memiliki Genset pribadi dengan kapasitas ± 1500 watt.
  • h.Failitas Olahraga.
      Fasilitas olahraga di kawasan ini cukup banyak yaitu lapangan sepakbola (15 buah), lapangan bola voli (48 buah), dan lapangan bulutangkis (27 buah). Fasilitas olahraga tersebut tersebar di desa-desa.
  • i.Kelembagaan Pertanian.
      Dikawasan ini tercatat sejumlah 23.671 orang angota kelompok taninya dari 561 kelompok. Jumlah kelompok tani terbanyak terdapat di Kecamatan Mesuji Timur dengan jumlah anggota sebanyak 6.771 orang. Dikawasan ini telah adanya kelompok-kelompok tani yang terstruktur yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam rangka pengembangan agribisnis untuk pengembangan usaha. Disamping itu juga tercatat adanya kelompok-kelompok tani wanita yang hanya terdapat di Kecamatan Simpang Pematang.

VI.Potensi Wilayah.    
  • a.Sektor Pertanian.
      Sesuai dengan analisa kesesuaian lahan  bahwa komoditas unggulan untuk dikembangkan meliputi kelapa sawit, karet, jagung dan padi. Selain itu komoditas jeruk yang ditanam masyarakat menunjukkan bahwa wilayah ini cukup berpotensi untuk pengembangan tanaman jeruk. Tanaman jeruk pada saat ini telah diusahakan menjadi perkebunan oleh investor swasta. Hasil jeruk yang diperoleh memang sejauh ini cukup baik, bahkan jeruk dari wilayah ini dikenal memiliki citarasa yang khas.  Luas lahan yang “sesuai” untuk perkebunan adalah seluas 148.076 hektar, sementara itu, total lahan perkebunan di kawasan ini adalah 38.087 hektar, sehingga masih terdapat lahan yang berpotensi yang belum dimanfaatkan seluas 109.989 hektar atau 74,28 %. Dikawasan ini bibit kelapa sawit dan karet  tersedia di  kecamatan Tanjung Raya.
  • b.Sektor Peternakan.
      Meskipun sektor peternakan kelihatannya bukan merupakan unggulan untuk dikembangkan sejauh ini, namun dalam kerangka pengembangan wilayah, peran sektor ini perlu dilihat. Apalagi dalam kerangka pertanian modern, sektor peternakan tidak hanya dapat berperan dari sisi hasil ekonomis yang diperoleh, melainkan juga aspek-aspek lain seperti penyediaan pupuk organik.  Populasi Ternak Besar, Kecil dan Unggas Tahun 2005

 
Produksi daging di kawasan ini cukup besar, khususnya daging sapi dan kambing. Jumlah produksi daging masing-masing hewan ternak berturut dari besar ke kecil adalah daging sapi sebesar 105.660,80 kg, daging kambing sebesar 27.922,5 kg, daging babi sebesar 6.037,5 kg, daging ayam buras sebesar 5.770,97 kg, daging ayam ras sebesar 1.505,46 kg, dan daging bebek/itik sebesar 578,82 kg.
  • c.Sektor Perikanan
      Jumlah penduduk yang bekerja pada sektor perikanan adalah sebanyak 524 orang, diantaranya 309 orang sebagai nelayan sungai/rawa dan 215 orang sebagai petani ikan kolam. Dengan melihat data-data ini, terlihat bahwa sektor perikanan yang bisa dikembangkan di wilayah ini adalah perikanan darat.

VII.Potensi Bisnis.
     
Dari data potensi lahan yang disampaikan diatas, meliputi usaha bidang pertanian tanaman pangan, perkebunan, perikanan dan peternakan   dapat anda cermati untuk pilihan anda. Selain itu kegiatan lain yang mungkin dapat anda manfaatkan sesuai dengan keahliannda diantaranya sektor industri, sektor perdagangan dan jasa lainnya.  Bagi yang berminat silahkan menghubungi instansi Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi setempat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut dan peluang yang dapat difasilitasi oleh pemerintah untuk anda.
 
baca - profil KTM mesuji

Jumat, 30 Desember 2011

logo kerehore dan gc

by : gendon


telah lama menginginkan logo sendiri seperti usaha-usaha yang telah ada tapi tak apa walau belum ada tapi udah ada rencana kan lebih sipp ,bukan begitu ya ......

logo ini terinspirasi dari berbagai macam logo gc

> dari sekolah dulu
>tato basis black salju
>dll


kerehore
>intel corporation

baca - logo kerehore dan gc

Selasa, 20 Desember 2011

sodong dan mesuji

by : gendon
sodong dan mesuji tak bisa di pisahkan karena daerah ini merupakan daerah pribumi yang masih kuat adat istiadatnya , sodong terleteak di kecamatan mesuji induk , kab.ogan kometing ilir (oki) provinsi sumatera selatan , daerah ini banyak di aliri sungai dan mayoritas para masyarakat mendapatkan uang dan kehidupan dari sungai tersebut dan ada juga yang memanfaatkan lahan di sekita , desa ini merupakan desa yang sangat tua , gmana gak tua sebelum indonesia menang melawan penjajah desa ini sudah ada hampir sama dengan desa mbacang (mesuji raya) .

pada tanggal 11 april 2011 terjadi bentrok antara masyarakat sodong dan perkebunan sawit sekitar 2 orang dari masyarakat sodong dan 5 orang dari karyawan meninggal dan kepalanya di penggal semua 2 masyarakat sodong di bunuh di perkebunan sawit saat mengambil kepala sawit milik perkebunan PT.SWA dengan menggunakan egrek (alat untuk mengambil sawit, hampir sama denagan clurit tapi lebih panjang dan besar)


orang yang terlibat dalam pembunuhan karyawan SWA dan merusak fasilitas perusahaan



SWA melayan masyarakat sodong dan ini yang di bunuh dan kepala di letakkan di atas mobil


senjata yang di sita dari aparat ogan komering ilir



kepala yang di ambil / di beleh



kondisi pemenggalan saat itu
baca - sodong dan mesuji

Minggu, 11 Desember 2011

isabella seorang kristen

by : gendon
Sebuah buku yang menginspirasikan tentang perjalanan seorang wanita Kristen yang kuat menjunjug agamanya, namun kemudian hari kegalauan hati dan pikirannya memberikan pencerahan menjadi seorang muslim yang shalihah. Isabella adalah seorang anak kepala pendeta yang sangat ekstrim sekali dalam memahami keyakinan sebagai seorang Kristen. Cerita ini dimulai beberapa abad yang lalu di daerah Cordoba (Spanyol). Isabella didik dan dibesarkan dalam lingkungan Kristen, bahkan setelah dewasa dia disuruh oleh Ayahnya untuk mempelajari teologi Kristen sehingga dapat mewarisi keilmuan Ayahnya.

Suatu ketika, setelah pulang dari gereja, Isabella mendengar ceita duan orang muslim tentang substansi keimanan Kristen, penghapusan dosa. Kristus disalib karena mewarisi dosa Adam yang dibuang ke bumi sehingga dengan disalibnya Kristus dapat menghapuskan dosa-dosa umat manusia. Substansi ini yang menggoyahkan keimanan seorang Isabelle sehingga menyebabkan kegalauan dalam diri, dia tanyakan permasalahan ini kepada kedua orang tuanya dan guru spiritualnya namun jawaban yang diberikan tidak pernah memuaskan Isabella, sehingga suatu saat Isabella menantang pemuda tersebut untuk berdebat tentang teologi Islam versus Kristen.

Perdebatan itu kemudian dimenangkan oleh kelompok Islam yang ketika itu dipimpin oleh Umar Lahmi. Pendeta Kristen tidak dapat menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan oleh Umar Lahmi sehingga harus dilakukan pertemuan kedua dan bahkan pertemuan ketiga. Pendeta Kristen, merasa terpojoj dengan segala pertanyaan yang dilontarkan oleh Umar Lahmi sehingga mereka akhirnya kesal dengan sikap Umar Lahmi, alhasil Isabella semakin goyah dengan keimanannya dan suatu ketika mendatangi komunitas Muslim Corboda dan berbicara penjang lebar tentang Islam sehingga akhirnya saat itu juga Isabella memutuskan untuk menjadi seorang Muslim.

Kabar Isabella menjadi Muslim tidak diketahui oleh kedua orang tuanya begitu juga dengan gurunya, Michael. Sampai beberapa waktu lamanya rahasia itu dipendam hingg akhirnya dia harus mengakui keimanan Islamnya dihadapan kedua orang tuanya dan begitu juga dengan gurunya. Mereka marah sejadi-jadinya, bagaimana bisa seorang teolog Kristen dan dididik sejak kecil dengan keimanan Kristen berbalik menjadi Muslim. Akibatnya, Isabella dihukum oleh pedeta-pendeta disuatu tempat yang sangat hina. Dalam sebuah penjara bawah tanah. Sedikitpun Isabella tidak pernah bergeming dengan keimanan Ketauhidannya walaupun dipaksa dan bahkan diancam dibunuh karena dia murtad. Adalah sahabat-sahabat baiknya yang menolongnya untuk terlepas dari belenggu penjara yang hina tersebut.

Akhirnya, Isabella tinggal dan hidup bahagia dengan kehidupan barunya sebagai seorang Muslim di Cordoba. Komunitasnya yang menguatkan dan meneguhkan keimananya. Bahkan dia menjadi seorang ustadzah yang terkenal di Cordoba. Isabella sudah mengislamkan ratusan Kristiani sehingga akhirnya dia menjadi seorang panutan bagi muslimah di Cordoba ketika itu.

Hidayah Allah itu ada.

Dari cerita tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa Allah akan memberikan hidayah kepada hamba Nya kapan saja dimana saja. Isabella yang notabene seorang teolog Kristen mampu menjadi seorang Muslim karena Allah memberikan pencerahan kepadanya. Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin membuktikan konsistensinya bahwa Islam agama damai. Islam bukan agama penindasan dan agama berlumuran darah seperti yang tertera dalam cerita tersebut. Asumsi yang dibangun oleh Kristen bahwa Islam agama yang berlumuran darah mampu ditepis dengan baik dalam buku tersebut. Sebaliknya, substansi Trinitas dan penghapusan dosa digugat oleh Muslim namun mereka tidak dapat menjawabnya. Buku ini sangat bagus untuk pencerahan kita dikala galau dan gelisah. Semoga dengan membaca buku ini dapat menginspirasikan Muslim untuk dapat meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan dihadapan Allah SWT. Amien.. Selamat membaca.
baca - isabella seorang kristen